Membuat surat edaran untuk depo dan farmasi di copykan ke komputer server.

Dilaksanakan Per tanggal 30, paling lambat 7 Juli 2013.
Kedua membuat surat tugas ke jogja untuk Ustadz Abdurrahman ke jogja dalam rangka undangan di Universitas Gajah Mada

Label: task

Buatkan undangan dari pak joko khusus untuk seluruh perawat IGD pada hari sabtu

Agendanya ialah konsolidasi IGD dalam menyambut ramadhan dan idul fitri 1434 H yang penuh rahmah, pada hari sabtu, tanggal 6 juli 2013. Di ruangan komite medis pada pukul 09.00.

PR kedua ialah mendownload jasmed raw data bulan Juni.

Label: task

Soal-soal Dokter Umum | Panitia Kredensial

SOAL ESAI DOKTER UMUM
1.       Seorang pria berumur 53 tahun datang dengan keluhan demam, nyeri saat berkemih, dirasakan sejak ± 1 bulan ini. Pasien menyatakan beberapa bulan sebelumnya kadang kencing sering berhenti, bila pasien berubah posisi maka kencing bisa keluar lagi, terkadang pasien juga mengejan sebelum berkemih. Apa tindakan saudara ?
2.       Seorang pria 48 tahun rujukan dari Puskesmas daerah dengan keadaan umum somnolen, saat dicubit 2 mata terbuka, pasien masih dapat melokalisasi yeri dan berkata aduh, riwayat ringan (+), muntah (+) 1x. Tanda Vital TD = 80/50, N =110, RR = 30 x, T = 37 O C. ditungkai kanan atas tampak tulang meonjol keluar dengan perdarahan aktif, tampak sesak di thorax dan abdomen. Apa yang saudara lakukan di UGD ?
3.       Seorang anak 2 tahun, datang diantar orang tuanya, keadaan anak lemah, menangis tapi tidak mengeluarka air mata, panas. Orang tua mengatakan sudah 3 hari ini BAB terus menerus. Sehari lebih dari 5 x, cairan, ampas (-). Tindakan apa yang saudara lakukan ?
4.  Seorang wanita umur 53 tahun datang dengan keluhan nyeri dada. Sejak 2 jam yang lalu nyeri dirasakan hingga menjalar ke lengan kiri dan rahang bawah, sesak afas (+). Apa yang saudara lakukan ?
Label: Medis, terbit

Orientasi pegawai baru.

Perkenalan RSU Simes Banyumas.
Misi yayasan dan RSU Simes
Memberikan pelayanan yang terbaik kepada umat supaya umat islam tidak perlu berobat ke RSU yang berbasis palangis, dimana mereka disana akan diobati secara fisik tetapi di beri virus untuk jiwa, atau diberi penyakit dalam hatinya. Diselamatkan di dunia tetapi dicelakai masalah akhiratnya.
Alhamdulillah banyak kemudahan yang dicapai pelayanan Medika yakni berkembangnya RSU kita di berbagai kota biidznillah.
Perkembangan ini tidak mungkin lepas dari kemudahan yang Allah amanahkan supaya kita bersyukur.

Peningkatan kualitas. Melalui pelatihan internal in house training.

Harapan kami atas keperawatan sebagai tulang punggung pelayanan kesehatan di RSU ini.
1. Bekerja dengan meluruskan niat dan memperbaikinya supaya tatkala terjun ke lapangan tidak ada kekecewaan dan menghadapi kejadian dengan emosional.
2. Perawat bisa membantu kesembuhan pasien bukan hanya fisik saja tetapi juga kesembuhan ruhani, dengan cara mengingatkan kepada ibadah, membantu tayamum,memberikan nasihat untuk bershabar dalam menghadapi mushibah dan sebagainya.
3. Perawat dan karyawan di RSU kita diharapkan jangan sekali-kali meninggalkan shalat, karena bagaimana seseorang akan ditolong oleh Allah jika ia tidak sholat? Dan bagaimana ia bisa mengajak pasien untuk ingat pada Allah sementara dia sendiri tidak shalat? Bagaimana menyelamatkan jika ia sendiri tidak selamat.
4. Mengedepankan komunikasi yang baik, sehingga tidak terjadi kesembronoan yang bisa berakibat fatal. Jika pada dasarnya pendiam maka harus belajar mulai sekarang.
Komunikasi yang baik pada rekan maupun kepada atasan.
5. Menampakkan muka yang ramah dan menyenangkan kepada semua orang. Bersemangat untuk maju, jangan patah arang untuk terus mengembangkan diri.

Ust. Ridwan,
Rumah sakit bisa untuk i
Dikembangkan dari sisi bisnis tetapi, tidak bisa meninggalkan sisi kemanusian seperti halnya bisnis di pasar.
Sehingga meninggalkan pekerjaan sedapat mungkin dihindari karena bisa merugikan pasien.

Label: terbit

Rapat persiapan lebaran 2013 / 1434 H

Rapat Persiapan Lebaran 2013 / 1 Syawal 1434 H
Mengingat Ramadhan sudah dekat dan setelah ramadhan berarti Hari Raya Idul Fitri pun di depan mata. Untuk itu perlu kiranya kita persiapkan hari raya yang biasanya dipenuhi dengan kesibukan yang luar biasa dalam pelayanan kesehatan RSU Medika.
Perlu kiranya dibuatkan program-program untuk menghadapinya:
1. Bidang Medis.
2. Marketing
3. Tenaga penunjang
Direktur:
Mengantisipasi lonjakan pasien baik libur sekolah maupun hari raya idul fitri, kita harap selalu siap dalam melayaninya.
- Tim Medis:
   tim dokter, keperawatan,
dr Andi, dr Reza, nanti kan diuatkan jadwal bulan ke depan sampai agustus sampai dengan pertengahan Agustus, karena lonjakan diperkirakan sampai pertengahan Agustus H + 15.
Inventaris untuk dr Umum untuk jadwal supaya tidak kosong s.d. Agustus akhir.
dr spesialis nanti minta bantuan manajemen, dari pertengahan puasa untuk menyerahkan blanko cuti untuk beliau-beliau.
Perawat diserahkan kepada ustadz untuk mengatur jadwal supaya tidak ada kekurangan tenaga extrim.
dy: krusial H -7 dan H + 10 tidak diperkenankan cuti untuk terjadwal efektif kerja.
edy: belajar dari tahun kemarin, muncul pj harus menunjuk / bisa saling tunjuk, perlu dibuat panitia serta penanggung-jawab.
semacam kepanitiaan sehingga lebih mudah untuk saling meminta bantuan.
struktur sudah mulai ada
- direktur pelayanan medis
- perawat - ustadz memantau tim keperawatan kebidanan dan fisioterapi. supaya tidak ada pada hari H orangnya tidak masuk.
- untuk penunjang medis  dipegang oleh budi herutomo.
supaya pak budi bisa membantu untuk mengupayakan kekosongan tersebut.
- sanitasi
pak bambang
- masing  masing bagian merinci program kerjanya secara lebih detil.
- cici: puasa minggu ke dua sudah bisa diminta jadwal cutinya.
- dokter wijaya, dicarikan pengganti, dr markus atau siapa.
- mencari tenaga khusus untuk IGD (dr)
- m: tenaga TSG untuk kontrak diprogram oleh manajemen, diharapkan dari masing-masing bagian menginventisir kekurangan tenaga.
- Inventarisir
a. Dari OK masih 8 per tim
b. Dari kehumasan ada 4 perawat senior, bisa diperbantukan.
c. IGD perlu tambahan TSG untuk mobilisasi pasien.
d. P Joko Mengadakan kerjasama semacam training untuk mahasiswa.
e. 
dr reza: kekurangan tenaga i IGD karena tugas terlalu luas, karena pasien dikirim oleh perawat akhirnya antre dsb, seandainya pearwat stand by sementara pengirim ada sendiri mungkin akan lebih efektif.
dr. panji kalau untuk mendorong pasien, membuat melipat kasa maka tidak perlu d 3 keperawatan.
dy: ketersediaan peralatan di OK pada saat beban puncak nanti, seerti duk dll harus mulai diinventori dari sekarang,
oat, karena pada saat itu med rep pada saat itu sudah tutup maka order harus lebih dulu dipesan dari jauh hari.
darah, pada saat itu tambahan tenaga untuk kurir
budi: kebutuhan alkes sudah ada dalam anggaran
manajemen hendaknya membut sistem yang lebih baik, perpindahan alat kerusakan alat tidak terpantau atau tidak termanage. sehingga pas butuh saja kita rapat, mungkin perlu dibuat kedepannya planning yang lebih baik.
Direktur: masing-masing unit mulai menginventarisir sendiri.
Edy: diinventarisir untuk alat kesehatan selama 1 minggu kemudian disampaikan ke pak Budi. semakin cepat semakin baik.
ust. Luki tenaga untuk inventarisir belum ada. selekasnya akan diadakan.
bam: di linen yang sudah tersedia saat ini, utk kebutuhan operasional sudah terpenuhi. dan kekurangan sudah akan diadakan ada 5 penjahit yang siap membantu.
tenaga CS kurang.
AIR: untuk masalah air: menunggu bor-boran yang baru, belum kelar diharapkan awal ramadhan sudah selesai.
Pertengahan Ramadhan insya allah paling lambat (sena)
penampungan 10 ribu liter
Listrik juga pertengahan ramadhan.
tenaga di maintenan, khususnya malamhari, hanya punya satu orang sehingga untuk mengecek di sumur perlu tambahan, persiapan lebaran bisa ditambah 1 orang lagi.
- sterilisasi alat ketika ada lonjakan di OK harus standby
- spalk belum selesai, standar infus.
Direktur: diinventarisir spalk dan standar infus di IGD.
sudah spb, dan dikhawatirkan terbawa ke pemalang.
Program Marketing:
banerisasi sudah mulai dicicil, rencana untuk eksternal membuat brosur dan kerjasama dengn PMI dan perlu tambahan 1-2 orang untuk marketing.
pendidikan ke iternal, spanduk dan banerisasi, untk titik khusus akan dibuat baner khusus.
Posko:
- himbauan atau permintaan dari polres atau dinkes.
- pasang di rawalo sekitar 3 atau 2 orang ditambah TSG jika kurang.
- Infromasi :
   - eksternal di posko
   - internal di rekammedis pada siang hari, terkait dengan penjelasan dan meminimalkan potensi konflik yang ada di pasien, karena pada saat itu biasanya panik.
- jasa raharja sudah akan diMOU kan lagi sehingga memudahkan penjelasan ke pasien.
- ada bingkisan untuk puasa dan lebaran tetapi tidak ada maslaah.
- tenaga untuk membantu di ok dan igd, ada 4 orang tenaga di marketing.
dy: kasa.
dr: donor pengganti supaya marketing perlu mengkkoordinir.
Tulip IRma: linen, instrumen ada yang sebagian rusak, sehingga perlu diadakan, karena perlu daripada gantian, air hangat sudah berjalan.
cici: ruangan yang minta kelas 2 atau 1, biasanya tulip minta dibookingkan banyak. takutnya pasien umum sudah lebih banyak dari jamkesmas. perlu ruangan cadangan, mungkin ruangan VK dibuatkan sekat bisa muat 5
dy: jika ruangan atas diaktifkan maka hendaknya ada perhatian untuk lift.
endah: permasalahan klasik:
- SPO, kelengkapan caatatan, tanda-tangan, kepastian pasien menggunakan sistem pembayarannya, masalah tambahan paket akhir 2 ini tanpa tanda tangan lagi (dulu ada kesepakatan penandatanganan kedua belah pihak), untuk IGD permasalahan sampai sekarang belum terselesaikan juga (pemakaian obat dan alkes, sampai petugas farmasi bertanya kepada pasien dimana di infus?),  catatan tindakan yang dilakukan di IGD, seperti pasang infus hecting dll selama ini kasir mengira-ira sendiri, irna oksigen, farmasi, askes kalau bisa misal ada pasien orif secepatnya memberikan data implan dsb.
dr. panji:
masing-masing tugas diselesaikan jangan terburu-buru dioperkan.
pencatatan tindakan oleh pj administrasi.
di IRNA juga ada PJ, sehingga bisa dioptimalkan.
askes: perincian RB, dan sebagainya akan lebih lancar jik dari ruangan lengkap pencatatannya.
gizi: diit standar kelas III
cici: mau gawe besar ditambah kenaikan BBM. mohon penyemangat untuk teman-teman.
OK priyo: persiapan lebaran jika ok tim tetap 8 dikhawatirkan akan kacau.
perhari sudah sampai 20 operasi, itu saja sudah kewalahan masalah alat atau tenaga.
tenaga on loop tidak ada, siyam dialihkan untuk TSG sehingga bisa untuk on loop dan tenaga CS diadakan sendiri.
Seandainya lembur dimungkinkan tetapi jangan dihitung perjam.
Mengenai autoclaf terkendala , mesin anestesi cuma 3 sementara OK  4
Alat untuk operasi sebenarnya tidak diperlukan maintenance alat yang khusus, hanya kualitas yang kurang.
Kasa: sudah ada 10.000 menghadapi lebaran dr hoo sudah mengeluarkan uang untuk persiapan kasa lebaran. karena dari luar ok belum pernah ada yang mensuplai.
linen: laundry harus ditambah, karena pengiriman dan pengambilan linen kotor untuk OK sering terlambat.
lampu berkali2 rusak sehingga 4 ok tersebut hampir semuanya rusak.
budi: maintenan kita kurang efektif karena memperbaiki yang rusak sama sekali tidak mengontrol.
Direktur: untuk cs, dibantu utk mencarikan sdm utk laundry.
Eddy; operasi sudah mulai penuh, angka askes sudah 8 % jkm 27 % dan sistem laporan dari iGD ke urangan atau ke Ok perlu ditata ulang oleh manajemen.
Hadiah kecil dari koran diberitakan pasien dipuasakan 24 jam oleh RS Medika. Mereka dipuasakan selamat 17 jam menurut surat kabar tersbut , seyogyanya antara sebelum operasi dan operasi harus dikoordinasikan lebih baik lagi.
Priyo: Dahulu pasien dipuasakan jam 00. semua, tetapi mendapatan kritik sehingga jangan sampai diserempakkan karena Ruangan Operasi OK ada 4, sementara Jamkesmas jadwalnya tidak diprioritaskan sehingga menumpuk-menumpuk.
Menimbulkan masalah yang ada sekarang ini.
Cici: jangan sampai di luar muncul bahasa RS Medika tidak memprioritaskan jamkesmas.
Bandi: Cara menyampaikan ke pasien ntuk mengurangi tingkat komplain. Kalau di RS Sardjito yang memanggil pasien adalah anestesi (kata dr anestesinya)
Tips: Disampaikan ke px jamkesmas bahwa antrian sudah banyak sehingga Bukan masalah jkm maupun askes tetap menunggu secara berurutan.
Ust: nasihat taqwa, karena allah berfirman barangsiapa bertakwa kepada allah akan dimudahkan segala urusannya.
Termasuk kenaikan BBM, dsb diminta rekan-rekan untuk meningkatkan ketakwaan dengan mengingatkan nasihat shalat memperhatikan ikhtilath, musik dsb sehingga dimudahkan segala urusan-urusannya.

Label: terbit

Manajemen Divisi Informasi Rumah Sakit

Informasi rumah sakit ialah ujung tombak dalam pelayanan, karena kepada merekalah klien mendaftar, meminta keterangan,dan membuat appointment dengan dokter. Hal ini menuntut Divisi Informasi untuk mengetahui keadaan up to date dari jadwal tenaga medis (dokter) supaya tidak ada pelayanan mengecewaka pihak klien, seperti misalnya membuat appointment dengan dokter spesialis pada hari Jum'at tetapi ternyata ketika pasien datang hari jum'at dokter spesialis yang dimaksud tidak hadir, bahkan tidak ada penggatinya sama sekali.
Secara aturan akreditasi Divisi Informasi "WAJIB" dipisahkan dari Rekam Medis karena menurut logika, Rekam medis adalah catatan Konfidential yang harus ditutup supaya meminimalisir orang yang tidak berkepentingan jangan sampai mengetahui data dalam catatan medis tersebut, sementara Divisi Informasi & Pendaftaran / receptionist adalah sifatnya terbuka dan harus secara informatif menjelaskan kepada pasien, keluarga pasien, dan pihak-pihak lainnya yang membutuhkan informasi.
Jika kedua divisi itu digabungkan maka penilaian minus akan diberikan akreditasi rumah sakit untuk Kelompok Kerja Rekam Medis.
Akan tetapi pada prakteknya memang tidak sesulit yang diwajibkan oleh aturan akreditasi tersebut apalagi didukung oleh tenaga yang sudah berpengalaman di informasi dan RM.
Hanya pada pelaksanaanya dikhawatirkan akan semakin sering mengecewakan pelanggan apalagi pasien Askes yang notabene kelas menengah ke atas dimana demand akan pelayanan yang baik itu sangat tinggi.

Bagaimana Seharusya Seorang Supervisi Supaya Disegani?

Menurut pengamatan dari SPI bahwasanya salah seorang supervisi keperawatan terkendala dalam mengkoordinir anak buahnya. Terkesan tidak ada kerjasama yang baik dari anggota tim yang dia pimpin. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh tingkah laku dari si pimpinan itu sendiri. Di dalam lingkungan yang berkebutuhan tinggi terhadap figur pemimpin yang menjaga maruah, maka tidak bisa menyalahkan siapa-siapa ketika si pemimpin tersebut yang menjatuhkan wibawanya sendiri. Seperti Home Care yang terkadang merupakan bisnis sampingan dari perawat diperebutkan sesama sehingga berkesan memalukan.
Adab-adab syar'i dalam berpakaian juga sering ditinggalkan dengan mengenakan celana yang terkadang masih melampaui mata kaki. Sedikit banyak karyawan yang sudah mengenyam ilmu dari taushiyah-taushiyah yang dilaksanakan di Rumah sakit pun mungkin secara tidak sadar mempunyai 'image' bahwa seseorang yang tidak taat aturan pastilah tidak ingin atau tidak layak ditaati.
Belum lagi si supervisi yang masih lajang itu secara gamblang mengakui berpacaran sehingga menambah buruk citra kepemimpinannya di mata rekan-rekan. Mungkin perlu peninjauan ulang atau perlu ditekankan lagi masalah pembinaan agama secara khusus dan lebih intensif untuk Staf manajerial / struktural.
Label: Supervisi